Minggu, 10 April 2016

10 Game Tiruan Clash of Clans




Siapa pun pastinya pernah memainkan atau setidaknya mendengar nama Clash of Clans. Game strategi yang berulang kali menghiasi deretan sepuluh besar game terlaris di App Store dan Google Play ini memang masih belum ada yang bisa mengalahkan. Wajar jika kemudian ada beberapa developer tertarik untuk membuat tandingan Clash of Clans dengan grafis dan gameplay yang kadang tampil lebih baik, demi mengejar popularitas game buatan Supercell tersebut.

Walaupun terkadang kesamaan gameplay meninggalkan kesan “meniru” yang konotasinya negatif, namun beberapa di antara game tersebut sebetulnya tidaklah terlalu jelek untuk dimainkan. Bahkan tak sedikit pula di antaranya yang memiliki gameplay sangat seru, sehingga sayang sekali untuk dilewatkan keberadaannya. Oke, tanpa perlu panjang lebar lagi, berikut adalah beberapa alternatif game Clans of Clash yang menarik untuk kamu mainkan. Enjoy!

Kami telah memperbarui daftar ini mengeluarkan beberapa game lama yang sudah kurang begitu populer seperti Call of Duty Heroes, Total Conquest, Second Earth, Cloud Riders, dan lainnya.

Castle Clash

 


Hingga saat ini Castle Clash masih menjadi salah satu game strategi terlaris yang bisa kamu temukan di Android. Bahkan saking larisnya, Castle Clash saat ini telah dibuat ke dalam lima belas versi dengan bahasa yang berbeda-beda (termasuk juga edisi bahasa Indonesia). Besarnya jumlah unduhan Castle Clash sendiri tak lepas dari keberhasilannya mencuri start beberapa bulan sebelum Supercell merilis Clash of Clans di Android.

Walaupun mirip dengan Clash of Clans, namun setidaknya Castle Clash unggul dari segi inovasi kecil yang membolehkan kamu untuk menyimpan unit perang yang tersisa dari perang sebelumnya. Dengan ini kamu jadi tak perlu repot memproduksi banyak pasukan untuk kebutuhan perang berikutnya.



Siegefall

Siegefall | Screenshot

Siegefall adalah game RTS dari Gameloft yang hadir untuk meramaikan kerasnya persaingan game strategi ala Clash of Clans di mobile. Beruntung lewat Siegefall, Gameloft saya anggap telah berhasil menghadirkan beberapa inovasi menarik yang menjadikannya salah satu game hibrida RTS dengan game kartu paling unik di iOS dan Android.

Siegefall memiliki mekanisme penerjunan pasukan yang jauh lebih simpel dibandingkan Clash of Clans. Di tengah-tengah pertempuran, kamu bahkan juga bisa mendatangkan cadangan pasukan baru dengan cara membayarkan sejumlah “daging” yang diperlukan. Tak hanya itu saja, di sini kamu juga diberikan beragam kartu sihir yang bisa digunakan untuk meratakan gerbang depan istana musuhmu. Aksi pengepungan kastil tak pernah seseru permainan Siegefall.


Star Wars Commander




Semenjak Star Wars jatuh ke tangan Disney, serial film sains fiksi ini telah diadaptasi ke berbagai jenis game mobile, salah satunya adalah game strategi ala Clash of Clans yang membolehkanmu berpihak kepada faksi pemberontak maupun Empire.

Star Wars Commander sendiri adalah gambaran yang menarik tentang bagaimana seandainya game Clash of Clans diadaptasikan ke dalam pertempuran galaksi Star Wars yang fenomenal. Meski sebagian besar gameplay yang game ini tidak terlalu orisinal, namun hal tersebut tidak menyurutkan animo para penggemar Star Wars untuk bergegas memihak kubu mana yang mereka sukai.

Samurai Siege

Samurai Siege | Screenshot

Menulis daftar game strategi ala Clash of Clans belum lengkap rasanya jika saya tidak menyertakan game penantang Clash of Clans yang satu ini. Dengan mengusung tema samurai dan ninja, Samurai Siege menghadirkan nuansa pertempuran oriental yang cukup berbeda namun sangat familier bagi para pemain Clash of Clans.

Yang menarik, pembuatan Samurai Siege juga melibatkan mantan pemain terbaik Clash of Clans bernama Jorge Yao yang kini menjadi salah satu bagian dari Space Ape Games. Tak ingin berpuas diri dengan keberhasilan Samurai Siege, kini Space Ape Games juga mengembangkan sebuah game RTS baru yang melibatkan karakter dari animasi Transformers.


Rival Kingdoms: Age of Ruin


Persaingan game strategi ala Clash of Clans di daftar ini menjadi semakin seru dengan kedatangan Rival Kingdoms: Age of Ruin yang dibawakan oleh developer Space Ape Games, kreator dari game Samurai Siege. Tidak seperti Samurai Siege, Rival Kingdoms mengambil tema fantasi dengan latar belakang abad pertengahan yang terinspirasi dunia Middle Earth dari film The Lord of the Ring. 

Yang menarik, dalam Rival Kingdoms: Age of Ruin kamu juga bisa mengeluarkan kemampuan khusus dari para dewa dan monster legendaris dikenal dengan sebutan Ancients. Dengan banyaknya jumlah Ancients yang tersebar di berbagai belahan negeri Estara (dunia Rival Kingdoms), kamu juga diberikan mode single player campaign, di mana kamu akan bertualang memerangi musuh-musuhmu demi mendapatkan Ancients yang penting untuk pertempuran multiplayer dalam Rival Kingdoms: Age of Ruin.

DomiNations

Domination | Screenshot

DomiNations merupakan salah satu dari sekian game RTS mobile yang paling saya favoritkan dalam daftar ini. DomiNations sendiri mengadopsi gaya permainan Clash of Clans dan menggabungkannya dengan elemen historis layaknya Rise of Nations, game strategi bernuansa peradaban bangsa yang begitu terkenal di PC sekitar satu dekade silam.

Lewat DomiNations kamu akan bertempur sambil membangun kota pertahananmu lewat pemilihan satu dari sekian perkembangan era peradaban yang ada. Mulai dari zaman batu, hingga era teknologi penjelajahan luar angkasa. Tak hanya itu saja, kamu bahkan juga bisa memakai tokoh berpengaruh seperti Cleopatra, Alexander Agung, Nobunaga, dan Napoleon untuk memimpin pasukan kamu di medan perang. 

Age of Empire: Castle Clash

Age of Empire Castle Clash | Screenshot

Sekilas dari membaca namanya saja, kamu mungkin sudah bisa menebak bahwa game buatan Smoking Gun Interactive ini menjual nama Age of Empire sebagai daya tarik utamanya. Lewat pemilihan bangsa yang menjadi ciri khas Age of Empire sebelumnya, Age of Empire Castle Clash hadir menjadi lawan yang setimpal untuk disandingkan bersama DomiNations.

Kamu bisa memilih karakter sejarah perang salib seperti Saladin, raja Richard the Lionheart, bahkan Joan of Arc untuk menggempur markas lawanmu di sini. Bagian terbaiknya lagi, kamu juga bisa melanjutkan permainanmu dari perangkat Windows Phone ke komputer berbasis Windows 8.

Warhammer: The Horus Heresy – Drop Assault


Menyebut The Horus Heresy: Drop Assault sebagai game yang menghadirkan fan-service saya rasa bukanlah hal yang salah. Meskipun menjadi sebuah game RTS bergaya Clash of Clans, namun saat itu The Horus Heresy: Drop Assault adalah game mobile Warhammer 40K pertama yang mengangkat konflik The Horus Heresy, dan hasilnya sama sekali tidak mengecewakan.

Drop Assault sendiri mengambil cerita tentang perang yang terjadi di galaksi Istvaan System antara dua faksi Space Marines dari kelompok pasukan Warhammer. Di sini kamu bisa memilih sebagai Loyalist yang masih setia kepada sang Emperor atau bergabung dengan pembelot pimpinan Warmaster Horus yang menjadi cikal bakal faksi Chaos Marines di Warhammer 40K.


Empire and Allies

Empire Allies | Screenshot

Empires & Allies dulu merupakan salah satu dari sekian game keluaran Zynga yang begitu populer di Facebook. Setelah sempat hilang beberapa tahun dari peredaran, Zynga lalu menghidupkan game tersebut dengan gameplay RTS bertema modern yang sekilas sepertinya terinspirasi dengan Command & Conquer: Generals.

Seperti game Command & Conquer, di sini kamu memimpin sepasukan tentara modern lengkap dengan berbagai senjata mutakhir seperti tank, roket, bom nuklir, hingga satelit penghancur. Tak hanya itu saja, Empires & Allies juga memiliki beberapa fitur sosial yang biasa ditemukan pada game strategi dengan mekanisme Clash of Clans, sehingga kamu yang familer dengan game semacam ini pasti dengan mudah menikmati permainannya.


Plunder Pirate

Plunder Pirates | Screenshot

Seolah tak ingin ketinggalan mengarungi arus persaingan game RTS ala Clash of Clans di mobile, Rovio kali ini bertindak sebagai penerbit dari game indie berjudul Plunder Pirate bikinan Midoki. Lewat Plunder Pirate, developer Midoki mengajakmu untuk menyisihkan lengan baju dan beranjak menjadi kapten bajak laut yang tak gentar merompak bajak laut lainnya.

Plunder Pirates sendiri memiliki grafis yang sangat terpoles dan begitu menawan. Dengan kombinasi penampilan serta tema bajak lautnya yang begitu unik dan berbeda, kamu juga diajak untuk mengarungi lautan untuk menemukan harta karun melalui pilihan mode single player dan merampok pemain lain dalam mode multiplayer.


Sumber : TechInAsia

Sabtu, 09 April 2016

Tips Membuat Game yang Optimal dengan Engine Unity3D


Unity mengadakan event roadshow di Jakarta, 25 Maret lalu. Beberapa negara di Asia Tenggara yang mendapat kesempatan didatangi perusahaan yang mengembangkan engine game Unity3D ini antara lain Filipina, Vietnam, Thailand, Indonesia, dan Malaysia.

Acara ini menyampaikan beberapa konten menarik, seperti Unity Ads, Virtual Reality, Unity IAP (In App Purchase), Multiplayer Network in Unity, dan tip membuat game yang optimal dengan engine Unity.

Rus Scammel, Product Evangelist Unity, berbagi empat tip bagi para developer yang ingin memanfaatkan engine Unity 3D. Apa saja, berikut adalah empat hal yang harus dilakukan developer menurut penuturan Rus:

1. Kenali pengguna

Make your game for your audience.
Bisakah kamu mendeskripsikan pengguna dari game yang akan kamu buat? Rus menyarankan untuk mendeskripsikan calon pengguna game buatanmu.
“Siapa yang akan memainkannya, umur berapa yang akan memainkannya, dan deskripsi lainnya,” ujarnya. Dengan begitu, kamu bisa membuat keputusan berdasarkan deskripsi itu.

Rus menambahkan perlunya umpan balik dari pemain. Bisa berupa saran atau bahkan kritik, karena itu merupakan informasi yang bermanfaat. Akan tetapi tidak semua kritik atau saran harus ditanggapi. Filter umpan balik yang kamu dapat sesuai dengan visi game yang sudah dibuat di awal.

Selain itu Rus menyarankan untuk menggunakan Unity Analytics, sehingga bisa mengetahui kegiatan setiap pengguna dalam game. Apa saja yang mereka lakukan, barang apa yang mereka beli dalam game, dan lainnya.

2. Gunakan Unity Service

Banyak layanan yang disediakan oleh Unity untuk membantu developer membuat game yang optimal. Kamu bisa menggunakan Unity Ads, Unity Analytics, Unity Multiplayer, Unity IAP, dan layanan lainnya yang bisa diakses di laman situs Unity. Dan hampir semua layanan itu diberikan secara gratis.

Rus mengatakan semua layanan yang disediakan Unity mudah diimplementasikan dan, yang terpenting, tanpa SDK (software development kit) tambahan. Fitur-fitur yang ditampilkan terlihat mudah sekali diimplementasikan tanpa harus mengunduh SDK tambahan, semua sudah terintegrasi pada engine Unity.

3 Buatlah file proyek game yang baik

Berikan penamaan yang baik, siapa yang tahu kepanjangan mm ?

Berikan penamaan yang baik, siapa yang tahu kepanjangan mm ?

File proyek yang baik bisa dimengerti oleh sesama rekan tim. “Beri nama dari setiap hal dalam proyek yang bisa dimengerti,” kata Rus. Sehingga setiap kali ada eror akan mudah ditemukan oleh siapapun di dalam tim.
Rus juga menambahkan pentingnya untuk hindari peringatan Error dan Warning. Engine Unity3D sendiri memiliki fitur console yang menampilkan pemberitahuan Error atau Warning pada game yang sedang dibuat.
Walaupun terkadang muncul peringatan, tetapi game yang kamu buat tetap berjalan. Itu bisa berakibat fatal ketika sudah masuk ke Play Store.

4. Perhatikan Performa GameProfiler - Screenshot

Buatlah game yang memiliki performa maksimum. Jaga agar ukuran game sekecil mungkin. Penggunaan profiler dibutuhkan untuk memonitor performa game. Rus memberikan beberapa solusi yang bagi masalah yang biasa dihadapi para developer.

Salah satu masalah yang dibahas adalah Garbage Collection. Ini adalah masalah yang timbul pada manajemen memori. Garbage Collection membuat performa game menjadi sangat lamban. Rus menyarankan untuk menggunakan fungsi GC.Collect. Itu bisa membantumu untuk mengatasi masalah ini.

Selain itu, menurut Rus, beberapa fungsi dalam engine Unity3D yang harus dihindari di antaranya:
  • Fungsi “Find in children”
  • Fungsi “Send message”
  • “On GUI”
  • transform.Translate
  • Hindari penggunaan transform posisi atau rotasi ketika objek memiliki parent yang bertumpuk.

Banyak game yang sukses dibuat dengan engine Unity3D. Beberapa nama populer di antaranya adalah Firewatch, Angry Birds 2, Crossy Road, Dread Out, dan banyak lagi game lainnya. Tidak mengherankan, karena engine Unity3D memang sudah dikenal oleh banyak developer game.

Untuk informasi tambahan, mereka juga mengabarkan bahwa Unity roadshow akan kembali diadakan sekitar sekitar bulan Juni atau Juli. Bagi kamu yang ketinggalan acara ini, kamu bisa mengikuti acara selanjutnya yang juga akan berisikan seminar dan workshop.

(Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah)
Sumber : TechInAsia

Epistory: Typing Chronicles - Game Adventure Untuk Bertahan Hidup


Melawan musuh dalam game adventure di PC mungkin akan jauh lebih mudah dan cepat jika menggunakan mouse. Namun, Epistory: Typing Chronicles menyajikan cara lain dalam pertarungannya, yaitu dengan cara mengetik di keyboard.

Game yang digarap oleh Fishing Cactus asal Belgia ini menceritakan seorang perempuan yang mencari inspirasi untuk menulis buku terbarunya. Sang penulis merefleksikan dirinya, berangan-angan ke dalam dunia origami tiga dimensi yang indah di mana ia menunggang seekor rubah berekor tiga untuk menjelajah dan mencari inspirasi. Perjalanan dimulai dari halaman kosong dan akan berkembang seiring eksplorasimu bersama rubah.

Uniknya, kamu akan diminta mengetik kata-kata tertentu untuk membuka jalan, mengambil harta karun, memecahkan teka-teki, hingga melawan musuh. Keyboard adalah senjatamu, jadi kamu harus mengetik kata-kata yang tertera dengan tepat dan cepat. Untuk pemain yang tidak terbiasa mengetik dengan cepat, Epistory juga menyediakan tingkat kesulitan yang adaptif.

Epistory-Screenshots4

Musuh dalam Epistory adalah berbagai jenis binatang, seperti ulat, laba-laba, burung, dan lainnya. Tantangannya adalah kamu harus melawan dengan mengetik kata-kata yang selalu berbeda di atas kepala para musuh.

Ketika bertarung, pemain akan berada pada sebuah platform di mana musuh akan menghampiri. Semakin tinggi tingkat kesulitannya, semakin cepat juga musuh berdatangan. Platform ini akan menjadi halaman inspirasi penulis, jadi semakin banyak musuh yang berhasil dilawan akan semakin lengkap inspirasi untuk buku baru karaktermu.

Epistory-Screenshots

Dalam tahap pengembangannya, Epistory sudah mendapatkan berbagai penghargaan. Beberapa di antaranya adalah Honorable Mention in Best Art di Belgian Game Awards 2016, Creative PLAY di Indie Games Play Paris 2015, dan Honorable Mention in Best Art di Independent Game Festival 2016.

Epistory dirilis 30 Maret lalu untuk PC, Linux, dan Mac, kamu bisa mendapatkannya di Steam dengan harga sekitar Rp105.000. Melihat visualisasi dunia origami yang simpel tapi indah, jalan cerita, dan cara bermainnya yang unik, saya jadi tertantang ingin mencobanya karena siapa tahu dengan bermain Epistory ini kecepatan mengetik pun bisa bertambah.

Papa Bravo Penerus Point Blank yang Hadir untuk Android

Bila kamu sedang mencari sebuah game shooter di Android, maka kamu berkesempatan untuk mengikuti masa tes beta terbuka dari Papa Bravo sebentar lagi. Penerbit NZIN Corp. akan melaksanakan tes beta untuk Papa Bravo pada tanggal 7 – 12 April mendatang, dan semua orang yang tertarik dapat mengikutinya secara cuma-cuma.

Walau Papa Bravo memiliki inisial yang sama persis dengan Point Blank, namun gameplay yang ada di dalamnya benar-benar berbeda. Papa Bravo merupakan game third person shooter dengan gameplay yang lebih mirip Contract Killer: Sniper.

Papa Bravo | Screenshot 2
Kamu akan berperan sebagai seorang prajurit yang dapat bergerak menyamping untuk berpindah-pindah tempat berlindung. Sambil berusaha berlindung, kamu ditugaskan untuk melumpuhkan gelombang demi gelombang musuh yang menghampiri. Terdapat beragam senjata api yang dapat kamu gunakan untuk melumpuhkan lawan.

Meskipun memiliki atmosfer, desain lingkungan, serta karakter ala Point Blank, Papa Bravo memiliki berbagai fitur-fitur yang tidak dapat ditemukan di game FPS multiplayer tersebut. Fitur-fitur yang ada antara lain adalah:
  • Story Mode: Papa Bravo menghadirkan mode khusus dengan skenario dan tantangan yang berbeda di tiap misinya.
  • Real Time PvP Mode: Melalui fitur ini tiap pemain bisa bertempur di medan perang dengan pemain lainnya secara langsung. Kamu bisa membuat lobi permainan sendiri untuk janjian dengan kawanmu, atau memulai permainan dengan sistem matchmaking otomatis yang akan mempertemukanmu dengan pemain lainnya yang tidak kamu kenal.
  • Challenge Mode: Fitur khusus bagi kamu yang suka dengan tantangan. Dalam fitur ini tingkat kesulitan yang kamu hadapi akan meningkat seiring bertambahnya level.
  • Dynamic Quest: Melalui sistem ini kamu bisa menyelesaikan tugas-tugas yang dibagi ke tiga kategori: Event Quest, Daily Quest, dan Normal Quest.
  • Squad System: Setiap pemain akan berperan menjadi pemimpin pasukannya sendiri yang beranggotakan tiga tentara. Para pasukan ini akan dikendalikan oleh komputer dan berperan untuk membantu pemain di medan perang.

Papa Bravo | Screenshot
Kamu juga dapat menyesuaikan kualitas grafis dalam Papa Bravo sehingga performa game menjadi optimal saat dimainkan. Terdapat empat tingkatan grafis yang tersedia, mulai dari level Low, Medium, High, hingga Ultra.

Bila kamu tertarik untuk mengikuti tes beta terbuka Papa Bravo, kamu dapat langsung mengunduhnya melalui tautan di bawah ini. Semua item yang kamu miliki selama masa beta tidak akan hilang saat Papa Bravo dirilis nanti, jadi kamu bisa mulai mengoleksi beragam senjata mulai dari sekarang. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi juga laman Facebook resmi dari Papa Bravo di tautan ini. Game ini susah tersedia di playstore.

Sumber : TechInAsia

10 Game MOBA (Mirip DotA) Terbaik untuk Android & iOS

Semenjak terakhir kali artikel ini mendapatkan update pada bulan Oktober 2015 silam, beberapa game rekomendasi kami telah ditarik oleh developernya. Dengan demikian, kami harus menurunkan The Witcher: Battle Arena, Plants War, serta Fates Forever dari daftar game MOBA terbaik di platform mobile.
Walau terdapat tiga judul game MOBA yang ditarik dari rekomendasi, kami menggantinya dengan lima judul baru yang membuat daftar di sini menjadi semakin panjang dengan pilihan yang beraneka ragam. Apa saja kelima judul baru tersebut? Silakan cek langsung di bawah ya!

Plants War 2

Plants War 2 | Featured

Ya, walaupun Plants War kini tidak tersedia lagi di perangkat mobile, namun developer 4:33 telah menghadirkan sekuelnya yang masih mengusung perseteruan antara tumbuhan dengan hewan. Layaknya game sekuel kebanyakan, Plants War 2 juga hadir dengan lebih terpoles baik dari sisi gameplay maupun grafis.

Plants War 2 menggabungkan elemen RTS dengan MOBA. Kamu tidak hanya dapat memilih beragam jenis creep yang akan membantumu di medan pertempuran, tapi kamu juga bisa membangun beragam bangunan untuk memperlancar usahamu meratakan markas lawan. Terdapat mode single player maupun multiplayer yang bisa kamu mainkan.

Heroes of Soulcraft

Heroes of SoulCraft | Featured

Membaca deskripsi yang dituliskan oleh developer MobileBits saja sudah jelas bahwa Heroes of Soulcraft merupakan sebuah MOBA yang digadang-gadang untuk menggantikan posisi beragam game sejenis yang sudah beredar terlebih dahulu, seperti Vainglory, Heroes of Order & Chaos, maupun Ace of Arenas. Tidak hanya berniat menggeser dominasi game lain, Heroes of Soulcraft juga menawarkan gameplay lebih singkat yang disesuaikan dengan perilaku gamer mobile.

Kamu dapat berpartisipasi dalam pertarungan 3 vs. 3 atau 5 vs. 5. Tergantung dari besar tim, pertarungan dalam Heroes of SoulCraft bisa berjalan hingga lima belas menit lamanya. Uniknya, kamu dapat meninggalkan permainan walau masih berada di tengah-tengah pertarungan, karena game akan mengisi kekosongan yang ada dengan pemain lain tidak lama kemudian.

Call of Champions

Call of Champions | Featured

Call of Champions bisa disebut sebagai MOBA lima menit, karena memang hanya lima menit yang kamu butuhkan untuk menikmati satu sesi pertempuran di dalamnya. Dengan waktu pertempuran yang singkat, Spacetime Games berusaha memberikan solusi kepada para gamer mobile yang biasanya bermain game secara singkat di sela-sela kesibukan.

Mekanisme pertempuran MOBA dalam Call of Champions cukup berbeda dibandingkan game sejenis lainnya. Tidak terdapat creep yang akan membantumu mengepung tower lawan. Sebagai gantinya, kamu dihadapkan dengan mekanisme dorong-mendorong orb untuk mengalihkan tower yang menghalangimu meratakan markas musuh.

League of Masters

League of Masters | Featured

Bila kamu mencari pengalaman bermain yang lebih mendekati game MOBA di PC pada perangkat mobile, maka League of Masters menghadirkan fitur yang kurang lebih sama. Kamu dapat bermain satu lawan satu, atau bertempur dalam tim beranggotakan tiga orang melawan tim lainnya dengan memilih satu dari puluhan hero yang tersedia.

Tidak hanya mode multiplayer online saja, kamu juga dapat menikmati beragam mode single player. Appcross selaku developer menyediakan mode Campaign dan Custom Game yang akan mengajakmu bertempur melawan komputer.

Clash Royale

Clash Royale | featured
Walau menggunakan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan game MOBA kebanyakan, namun Supercell yang lebih dulu dikenal sebagai kreator Clash of Clans cukup sukses menghadirkan beragam elemen khas MOBA dalam Clash Royale. Fitur PvP secara real-time dan online? Tower yang harus dihancurkan? Creep untuk membantu mengepung lawan

Salah satu hal terbaik dalam Clash Royale adalah waktu permainannya yang akan selesai dalam waktu maksimal empat menit. Walau berjalan singkat, setiap detik dalam pertempuran Clash Royale berlangsung sangat seru karena tarik ulur antara dua pemain saat beradu taktik dengan koleksi hero masing-masing. Clash Royale juga menjadi salah satu game andalan Supercell untuk menjaring seratus juta pemain per hari.

Vainglory

Vainglory Heroes | Artwork

Super Evil Megacorp sangat serius menggarap Vainglory untuk menguasai genre MOBA di platform mobile. Sejak dirilis secara global pada kuartal terakhir tahun lalu, mereka secara rutin menambahkan berbagai konten ke dalamnya sambil terus memoles tampilan maupun mekanisme game. Hasilnya? Sebuah pengalaman MOBA yang hampir sempurna di platform mobile.

Setelah versi Android dirilis pada pada akhir bulan Juni kemarin, jumlah pemainnya langsung membludak. Pemain di Indonesia yang tergabung di sebuah grup Facebook saja telah mencapai lebih dari 1.600 orang (dan terus bertambah). Kualitas yang mereka hadirkan benar-benar patut diacungi jempol sampai-sampai Apple memberikan penghargaan Apple Design Award pada gelaran Worldwide Developer Conference 2015.

Ace of Arenas

Ace of Arenas | Features

Ace of Arenas merupakan MOBA yang saat ini baru tersedia di beberapa negara melalui soft launch. Gaea Mobile selaku developer mengambil pendekatan berbeda ketika mendesain skema pengendalian hero di dalam pertarungan. Mereka mamutuskan untuk memadupadankan tombol analog virtual dan gerakan swipe alih-alih skema tap layar yang biasa dipakai di game MOBA pada platform mobile.

Walau baru tersedia secara terbatas di negara-negara pilihan, Gaea Mobile telah menyediakan segudang konten menarik di dalam Ace of Arenas. Pemain sudah bisa memilih satu dari puluhan jumlah hero, beberapa jenis map, hingga serta variasi kostum untuk menghiasi hero favorit.

Bug Heroes 2

Bug Heroes 2 | Featured

Para serangga pun ternyata hidup tidak akur dan saling beradu untuk menghancurkan markas saingan. Bug Heroes 2 buatan Foursaken Media menghadirkan aksi pertempuran antara berbagai serangga dengan senjata unik masing-masing. Kamu dapat bermain sebagai lebah petinju, cacing dengan senapan granatnya, hingga semut prajurit di sini.

Walaupun Bug Heroes 2 merupakan sebuah game MOBA, developer ikut menyematkan berbagai mode permainan single player. Beberapa mode permainan bisa dinikmati sendirian saja tanpa harus terkoneksi dengan jaringan internet. Selain itu, kamu juga bisa melakukan upgrade kepada berbagai serangga di sini.

Legendary Heroes

Legendary Heroes | Feature
Jika kamu menginginkan sebuah game yang lebih serius dari pada Plants War, maka Legendary Heroes adalah upgrade yang masuk akal. Legendary Heroes mempunyai lebih banyak hero dan juga sistem 3 jalur dimana kamu akan mengendalikan semua hero. Mode campaign dari Legendary Heroes mempunyai 30 maps yang akan membuat kamu terhibur untuk setidaknya 5-8 jam.

Heroes of Order & Chaos

Heroes of Order & Chaos | Featured

Ini dia guys and gals, jika kamu mencari pengalaman MOBA paling lengkap dan seru maka Heroes of Order & Chaos adalah juaranya dalam daftar ini. Kualitas grafis yang mengagumkan, jumlah hero terbanyak dan penggunaan skill yang lebih strategis membuat Heroes of Order & Chaos menjadi game MOBA yang wajib kamu punya. Sayangnya semua ini harus ditukar dengan ukuran yang cukup besar yaitu sekitar 1GB.

Sumber : TechInAsia